Sabtu, 07 Maret 2020

Gelaran "Ngopi Maret" disambut Antusias

Gelaran "Ngopi Maret" disambut Antusias


LAGI, Panitia Ngobrol Pintar menggelar Diskusi Publik "Ngopi Maret" dengan Tema "Kepemimpinan Pemuda di Masa Depan Indobesia", di Food Court AJBS Jl Ratna no 14 Surabaya, Jumat (06/03/2020).


Kegiatan Ngopi kali ini diikuti 12 elemen, yakni Forum Jokowi Jatim, Ksatria Airlangga, Alumni SMA Surabaya Bersatu (ASSB), Relawan Jokowi Bersatu, Aliansi Pelajar Surabaya, Gusdurians, KAPT, Liga Mahasiswa Nasdem, Liga Pelajar Nasdem, Pospera Jatim, Relawan Jokowi(Rejo) dan Komunitas Palu Gede.


Sedang yang jadi pembicara adalah Henky Kurniadi-DPR RI 2014-2019 Fraksi PDI Perjuangan, Prof DR Muradi - Guru Besar Ilmu Politik Unpad Bandung, Willy Aditya - DPR RI 2019-2024 Dari Fraksi Partai Nasdem. Dengan Moderator Bung Aven.


"Ngobrol Pintar-Ngopi ini adalah Forum Diskusi Publik bulanan, yang membahas Tema kekinian dengan tujuan dialog antar elemen di surabaya tercapai," kata Aven Januar Koordinator Forum Jokowi Jatim sekaligus Inisator Ngopi.

Tema Kepemimpinan Pemuda, lanjut Aven, diambil dalam kerangka membangun road map-rute jalan yang jelas untuk pemuda Indonesia memimpin gerbong perubahan di Indonesia.

"Pemuda, sebagai Salah satu elemen rakyat Indonesia yang diberi kesempatan lebih untuk mengembangkan dirinya sehingga memiliki SDM yang berkualitas dan lebih Dari elemen masyarakat lainnya," jelas Henky Kurniadi dalam Paparan singkatnya.

Menurut Henky, Pemuda Indonesia juga harus memiliki kemampuan untuk membaca situasi nasional dan situasi internasional. Perubahan sosial di Indonesia, beriringan selalu dengan proses yang terjadi di luar negeri.

"Kemampuan menganalisa dan memetakan situasi nasional dan internasional itu harus dimulai dengan Banyak membaca Dan berilmu pengetahuan, tanpa itu sulit," papar Henky yang juga dikenal sebagai Budayawan.

Pada kesempatan yang sama, Muradi mengatakan bahwa Pemuda Indonesia saatnya meningkatkan daya kreatifitas dan daya inovatifnya.

"Melalui kreatifitas dan inovasi, pemuda bisa membangun road map nya sendiri untuk terlibat dan berperan serta aktif dalam setiap fase Perubahan sosial itu terjadi," jelas Salah satu Guru Besar Termuda di Indonesia ini.

Sedangkan Willy Aditya Banyak memaparkan tentang proses pembangunan demokrasi di Indonesia saat ini belum berjalan di road map seharusnya.

Willy mengatakan bahwa Proses demokrasi di Indonesia Belum menyentuh substansi demokrasi itu sendiri, bagaimana rakyat seharusnya diajak oleh para elemen demokrasi seperti Partai Politik Dan Penyelenggara Pemilu untuk berpendidikan politik.

"Dinamika pemilihan umum di Indonesia masih pada kulit luar demokrasi yakni popularitas, elektabilitas Dan yang terakhir adalah Politik Uang, Catatan bahwa pada Pileg 2019 lalu 76% proses Pemilu Masih dipengaruhi Politik Uang," jelas Willy Aditya yang juga Ketua DPP Partai Nasdem ini.

Pada kesempatan yang sama, Katno Wijaksono yang juga Ketua DPD Pospera Jatim, berkeinginan agar kegiatan Ngopi ini akan menjadi Salah satu agenda penguatan SDM kepemudaan di Surabaya khususnya Dan di Jawa Timur pada umumnya.

Terakhir, Edward Dewaruci sebagai salah satu Inisator kegiatan Ngopi, berharap bahwa seluruh elemen ataupun organ perubahan sosial di Surabaya dapatnya berperan lebih aktif dalam kegiatan Ngopi ini kedepan.

"Kegiatan Ngopi ini Secara kelembagaan hanya Bersifat panitia ad-hoc, yang senantiasa merangkul seluruh elemen untuk terlibat dalam proses diskusi publik Dan pembelajaran demokrasi di Kota Surabaya," pungkas Edward Dewaruci. (*)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar