"Hal-hal itu memberi petunjuk bahwa langkah dan jalurnya berbeda," tambahnya.

Sementara itu, Redaktur Tribun Jatim Network, Mujib Anwar mengatakan sering kali muncul ketidaksepahaman antara dua kepala daerah tersebut.

"Momentum Pilwali Surabaya ini akan menjadi panggung antara calonnya Bu Risma atau yang dukung Bu Khofifah," kata Mujib.

Mujib menambahkan dua kepala daerah ini pasti akan mendukung kepada satu calon walaupun dukungan tersebut tidak tertulis.

Dukungan dua kepala daerah ini akan menjadi penentu dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020.

Sebab, Risma adalah wali kota Surabaya sekaligus Ketua DPP PDIP.

Sedangkan Khofifah adalah gubernur Jatim sekaligus masih menjadi Ketum PP Muslimat NU.

"Kalau soal kriteria, orang Surabaya sudah melek politik dan rasional. Pendekatan yang dipilih calon akan berbeda dengan daerah lain di Jatim," kata Mujib.

Warga Surabaya akan memprioritaskan sosok yang memiliki kriteria jujur dan punya kompetensi untuk mengelola Surabaya.

Warga Surabaya juga akan mempertimbangkan sosok yang bisa mengembangkan ekonomi dan lingkungan.

"Taman ini merupakan bagian dari lingkungan dan berhasil selama 10 tahun kepemimpinan Bu Risma."

"Jadi masyarakat menilai Bu Risma berhasil memimpin Surabaya," kata Mujib.

"Jadi kalau di Surabaya, tidak akan laku jualan politik identitas," terangnya.(Sofyan Arif Candra)


Sumber Berita :

https://suryamalang.tribunnews.com/amp/2020/07/30/pengamat-ungkap-kepentingan-wali-kota-risma-dan-gubernur-khofifah-di-pilwali-surabaya-2020