Senin, 29 Maret 2021

KERUWETAN SISTEM TATA KELOLA PERDAGANGAN BERAS DI NEGARA AGRARIS.

KERUWETAN SISTEM TATA KELOLA PERDAGANGAN BERAS DI NEGARA AGRARIS. 


Persoalan Beras ini masih saja terjadi disparitas di banyak hal karena sistem tata perdagangan dan distribusi beras masih belum ada perubahan mendasar sejak era orde baru/soeharto. Sejak proses produksi hingga proses distribusi masih jadi persoalan dan memungkinkan celah tangan terlihat mafia beras memainkannya.     

Belum ada pihak baik kementrian pertanian ataupun kementrian perdagangan yang mengubah sistem subsidi pupuk,  yang seharusnya diberikan langsung ke petani dengan tersangkut pada jumlah petani yang berbanding dengan luas lahan garapan,  tapi kenyataannya subsidi pupuk diberikan ke negara langsung pada produsen pupuk dalam negeri (yang mana inipun produsen pupuk dalam negeri juga menyembunyikan data riil jumlah pupuk subsidi yang beredar).  


Kementrian pertanian pun sampai sekarang tak berani buka jumlah petani dan luas lahan secara detail (walaupun sejak reformasi sudah tersedia terbuka tapi masih ada saja data yang disembunyikan)  karena soal data petani ini adalah permainan mafia tengkulak beras di wilayah terkecil sekalipun ada permainan. 

Dalam Proses Panen,  Negara Qc Pemerintah Republik Indonesia belum memiliki kelembagaan yang melakukan pembinaan terkait proses panen petani.  Baik Pendampingan proses panen,  pengolahan hasil produksi panen hingga pendampingan ke petani terkait proses penyaluran atau distribusi gabah kering giling(gkg). Yang dimiliki negara masih sebatas Perum Bulog yang bergerak terkait dengan urusan logistik pangan. Kelembagaan Negara terkait proses panen petani itu juga penting dalam kerangka negara memiliki program subsidi panen untuk petani,  maka kelembagaan inilah yang menjadi lembaga penyalur subsidi panen pemerintah kepada petani.  

Perum Bulog sebagai Badan Urusan Logistik. Menyerap hasil panen dan mendistribusikan sesuai dengan UU Kementrian Perdagangan.  Bulog hanya memiliki linkage atau interelasi dengan pedagang beras kelas besar yang berada di sejumlah pasar induk beras. Belum ada linkage atau interelasi Bulog dengan petani binaan kementrian pertanian.  Seringkali saat melakukan penyerapan hasil panen ada tumpang tindih kewenangan antara bulog dengan kelompok tani binaan kementrian pertanian khususnya soal harga HPP.  

Bulog pun belum berani secara terbuka membuka data jumlah beras yang diserap dari petani dan mana yang tidak mampu diserap dikarenakan kendala dana pembelian yg kurang atau ketersediaan jangkauan gudang beras di lapangan. 
Lalu disparitas selanjutnya adalah Bulog sendiri belum membuka data jumlah pedagang beras kelas besar hingga pengecer sehingga saat beras keluar dari Gudang Bulog,  Bulog sendiri akan mengalami kesulitan tentang jumlah beras beredar di wilayah tertentu karena memungkinkan beras beredar di tangan tangan tak terlihat dalam sistem perdagangan beras. 

Bulog mampu menjamin ketersediaan jumlah beras beredar di suatu wilayah sesuai jumlah beras di dalam gudang bukan berdasar data jumlah beredar dalam suatu wilayah tertentu.  Maka seharusnya yang diberi penanda tidak sekedar karung pupuk bersubsidi tetapi juga karung beras juga yang disesuaikan dengan wilayah bulog tersebut.  Misal beras nganjuk ditulis hanya beredar di wilayah nganjuk saja.  Sehingga bulog pun benar benar mampu menjadi pengendali perdagangan beras di wilayah tertentu. 

Karena penandaan ini pernah dilakukan pertamina untuk peredaran minyak tanah bersubsidi pada awal tahun 2000an hingga pertengahan 2000an. Dan waktu itu berhasil memutus mata rantai perdagangan mafia minyak tanah bersubsidi.  

Disparitas data ini lah yang menjadikan persoalan terberat dalam sistem tata kelola perdagangan beras.  


Petani sejahtera dari negara agraris pun masih jadi mimpi di siang bolong. 

Penulis 
- aven januar -
Koordinator Forum Jokowi Jawa Timur.  

Contact penulis : avenjatim@gmail.com. 

Kamis, 30 Juli 2020

Notulensi Ngopi Juli 2020

Notulensi Ngopi Juli 2020 
"Jurnalis Bicara Pilwali Surabaya 2020"

Rahardi Soekarno Junianto - beritajatim.com :

Peta Politik yang ada masih mengarah menunggu rekomendasi PDI perjuangan versus dengan MA. Panasnya pertarungan elit DPP PDIP menyebabkan masih terlambatnya proses rekomendasi tersebut. Kalopun asumsi saya bisa saja di DPP PDIP sedang terjadi pertarungan politik yang panas antar kelompok yang berada di dalam tubuh pdip.  Ada kelompoknya Whisnu,  kelompok Eri yang didukung Risma dan kelompok ketiga yang cenderung tidak mengajukan calon.  

Rakhmat Hidayat - Harian Memorandum 

Melihat peta dukungan politik parpol hari ini bahwa seakan MA versus pdip. Tapi kita sama menyadari bahwa partai politik dan proses politik tidak terjadi seperti apa yang kita duga.  Bisa saja di beberapa hari kedepan justru MA berhasil nego pdip dan kawin politik. Dan entah menghasilkan pasangan siapa,  bisa Whisnu - MA ataupun MA - Eri.  Karena konon Eri didukung Risma yang notabene adalah saat ini elit DPP PDIP.  

Trisnadi Marjan - Tim Media Gubernur Jawa Timur :

Sampai saat ini pilwali 2020 masih belum mengeluarkan calon siapapun.  Disatu pihak MA pun belum berpasangan dan dukungan rekomendasi parpol juga belum ditunjukkan ke media. Sisi yang lain rekomendasi PDIP pun masih gelap.  Jika ditanyakan dukungan Bu Gubernur,  sampai hari ini pun gubernur masih netral,  walaupun beredar sejumlah nama yang dekat dengan beliau,  tapi gubernur tetap netral.  Hanya sering disampaikan keinginannya secara terbuka bahwa siapapun pemenang  pilkada 2020 dari 19 pilkada di jatim hendaknya tetap bisa bekerjasama yang baik dengan pemprov jatim di masa depan.  Bagi saya Pilwali Surabaya memiliki peran strategis bagi Jawa Timur,  sebagai ibukota provinsi Jawa Timur akan menjadi beban berat ketika melalui Pilwali gagal menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi Kota Surabaya itu sendiri. 

Mujib Anwar - tribunnewsjatim.com :

Aksi Borong Rekomendasi yang dilakukan MA walaupun secara politik itu tidak baik tapi UU belum melarang hal itu terjadi.  Setiap parpol bisa mengajukan kadernya sendiri ataupun justru memberi rekomendasi pada orang lain.  Hawa politik akan terasa semakin panas ketika rekomendasi PDIP justru datang di Last Minute atau 1-2 hari jelang pendaftaran. Karena itu yang menyebabkan peta politik bisa berubah setiap saat. Setiap calon masih memiliki peluang yang sama. Pilwali Surabaya ini juga menjadi bagian pertarungan elit parpol,  jika di 2024 koalisi yang terjadi adalah Prabowo-Puan maka bukan tidak mungkin hal ini terjadi di Pilwali Surabaya,  dan barisan kelompok prabowo - puan pun menciptakan ruang pertarungan politik di pilwali surabaya juga. 
 
Kardono - Harian Jawa Pos :

Pilwali Surabaya ini terasa panas,  karena Pilwali Rasa pilpres tahap III,  karena Pilpres itu sendiri tahap I,  Pilgub DKI adalah pilpres tahap II,  dan Pilwali Surabaya adalah Pilpres tahap III. Di Surabaya,  MA adalah mantan ketua TKD yang membawa kepentingan Jokowi. Sehingga dalam pertarungan rekomendasi PDIP pun ada pertarungan Jokowi dan Megawati selaku Ketua Umum dpp. 
Seperti yang disampaikan Mujib jika Prabowo-Puan terjadi versus barisan Luhut bersama Golkarnya maka tentu mereka pun akan butuh pilwali surabaya.  Dengan harapan bisa support mereka di 2024 ini. Maka dari itu,  Pilwali Surabaya memiliki peran penting bagi dinamika politik nasional. 




Ngobrol Pintar Juli 2020

Pengamat Ungkap Kepentingan Wali Kota Risma dan Gubernur Khofifah di Pilwali Surabaya 2020


SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sama-sama memiliki kepentingan di Pemilihan Wali Kota atau Pilwali Surabaya 2020.

"Mereka punya kepentingan yang kental. Risma ingin punya suksesor dengan apa yang sudah dia letakkan selama ini."

"Sedangkan Khofifah punya kepentingan agar koordinasi dengan Pemkot Surabaya tidak panas lagi," kata Surokim Abdussalam, peneliti Surabaya Survei Center (SSC)dalam diskusi daring bertajuk NgoPi (Ngobrol Pintar) : Jurnalis Bicara Pilwali Surabaya Surabaya 2020, Rabu (29/7/2020).

Surokim menjelaskan Khofifah ingin ada harmonisasi komunikasi antara Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya yang selama ini tidak terjalin.

Namun, Khofifah tidak mudah menentukan dukungan.

"Jika jagoannya tidak mendapat rekom dari parpol, Bu Khofifah akan lebih banyak mendukung calon yang beredar, dan potensi terbesarnya adalah Machfud Arifin," lanjut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo ini.

Sedangkan Risma pasti akan mendukung calon yang mendapat rekomendasi PDIP.

Sebab, Risma adalah Ketua DPP Bidang Kebudayaan PDIP.

"Dua ibu ini tidak mungkin mendukung jagoan yang sama, dan pasti dalam ceruk yang berbeda," lanjut Surokim.

Perbedaan jalur antara Khofifah dan Risma juga sudah terlihat mulai dari langkah politik seperti dukungan dalam Pilgub Jatim sebelumnya sampai peristiwa terakhir terkait penanganan Covid-19.

"Hal-hal itu memberi petunjuk bahwa langkah dan jalurnya berbeda," tambahnya.

Sementara itu, Redaktur Tribun Jatim Network, Mujib Anwar mengatakan sering kali muncul ketidaksepahaman antara dua kepala daerah tersebut.

"Momentum Pilwali Surabaya ini akan menjadi panggung antara calonnya Bu Risma atau yang dukung Bu Khofifah," kata Mujib.

Mujib menambahkan dua kepala daerah ini pasti akan mendukung kepada satu calon walaupun dukungan tersebut tidak tertulis. 

"Hal-hal itu memberi petunjuk bahwa langkah dan jalurnya berbeda," tambahnya.

Sementara itu, Redaktur Tribun Jatim Network, Mujib Anwar mengatakan sering kali muncul ketidaksepahaman antara dua kepala daerah tersebut.

"Momentum Pilwali Surabaya ini akan menjadi panggung antara calonnya Bu Risma atau yang dukung Bu Khofifah," kata Mujib.

Mujib menambahkan dua kepala daerah ini pasti akan mendukung kepada satu calon walaupun dukungan tersebut tidak tertulis.

Dukungan dua kepala daerah ini akan menjadi penentu dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020.

Sebab, Risma adalah wali kota Surabaya sekaligus Ketua DPP PDIP.

Sedangkan Khofifah adalah gubernur Jatim sekaligus masih menjadi Ketum PP Muslimat NU.

"Kalau soal kriteria, orang Surabaya sudah melek politik dan rasional. Pendekatan yang dipilih calon akan berbeda dengan daerah lain di Jatim," kata Mujib.

Warga Surabaya akan memprioritaskan sosok yang memiliki kriteria jujur dan punya kompetensi untuk mengelola Surabaya.

Warga Surabaya juga akan mempertimbangkan sosok yang bisa mengembangkan ekonomi dan lingkungan.

"Taman ini merupakan bagian dari lingkungan dan berhasil selama 10 tahun kepemimpinan Bu Risma."

"Jadi masyarakat menilai Bu Risma berhasil memimpin Surabaya," kata Mujib.

"Jadi kalau di Surabaya, tidak akan laku jualan politik identitas," terangnya.(Sofyan Arif Candra)


Sumber Berita :

https://suryamalang.tribunnews.com/amp/2020/07/30/pengamat-ungkap-kepentingan-wali-kota-risma-dan-gubernur-khofifah-di-pilwali-surabaya-2020 


Rabu, 24 Juni 2020

Ngobrol Pintar Peringati Bulan Bung Karno, Ganjar: Pandemi Covid-19 Sadarkan Elemen Bangsa Indonesia


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi keynote speaker Webinar Ngopi Pintar, dalam rangka Peringatan Bulan Bung Karno Juni 2020, Minggu (21/06/2020).

Setelah agenda rutin " Ngobrol Pintar " terhenti cukup lama karena kondisi pandemi Covid-19 atau virus Corona, dalam rangka Peringatan Bulan Bung Karno Juni 2020, Panitia Adhoc NGOPI dalam peringatan Bulan Bung Karno, menyesuaikan format kegiatan dengan penggunaan aplikasi Zoom Cloud Meeting, (21/06/2020).

Gelaran Ngopi Juni ini mengusung tema, "Soekarno Sang Ideolog Bangsa : Ideologi Pancasila Menatap Masa Depan Indonesia" dan menghadirkan keynote speaker, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pembahas Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung, Prof Dr Muradi.

Kedua Pembicara tersebut didampingi Host Aven Januar.

Ganjar Pranowo yang dihadirkan selaku Keynote Speaker, membuka Webinar ini dengan bercerita bahwa pandemi Covid 19 ini justru membawa seluruh elemen Bangsa Indonesia secara sadar dan paham melaksanakan segala amanat yang terurai dalam Pancasila.

"Sebagai contoh, saya membuat seruan Jogo Tonggo, menjaga tetangga, siapa yang bertanggungjawab terhadap tetangga dan lingkungan sekitarnya ditengah pandemic ini? Ya diri kita sendiri, " papar politisi PDI Perjuangan ini, dihadapan peserta Webinar, sebagaimana siaran tertulis ke TribunJatim.com, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, Jogo Tonggo adalah implementasi dari Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Bagaimana entitas terkecil pada lingkungan warga, bisa saling memenuhi kebutuhan dan saling membantu dalam menjaga ketahanan ekonomi antar warga.

"Beras, Sembako dibeli dari tetangganya sendiri, keperluan diluar sembako dibuat sendiri oleh warga dan dibeli oleh warga itu sendiri, sehingga jogo tonggo bisa menjadi wujud ketahanan pangan dan ekonomi di era pandemi Covid 19 ini," jelas Ganjar Pranowo.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Prof Muradi sebagai Pembahas, memaparkan, bahwa segala ancaman dan tantangan Pancasila di masa depan Indonesia bergantung pada sosok leadership atau sosok pemimpin lokal yang mampu menjawab dengan kebijakan strategis yang berdampak baik bagi warga yang dipimpinnya.

"Pancasila sebagai Falsafah Bangsa, memiliki tujuan untuk membangun kebaikan dan ikatan kebersamaan sebagai warga bangsa untuk menjawab segala persoalan apapun yang dihadapi, dalam hal ini sosok kepemimpinan seperti Bung Ganjar Pranowo menjadi jawaban bagi Bangsa Indonesia, " jelas Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Padjajaran Bandung ini.

Kegiatan Webinar Ngobrol Pintar Juni 2020 ini diikuti 55 orang melalui Aplikasi Zoom dan 137 orang melalui live fanspage Facebook Bung Aven.

Prof Muradi yang menjadi Pembahas Dalam Webinar Bulan Bung Karno. 

Ngopi Juni ini disupport oleh beberapa elemen masyarakat diantaranya Forum Jokowi Jatim, Alumni SMA surabaya Bersatu(ASSB), Ksatria Airlangga, dosen dari berbagai kampus diantaranya Unimor, Unair, Unsoed, Univ Hang Tuah Surabaya dan lain-lain.

"Kegiatan ngopi ini bertujuan membangun komunitas dari seluruh elemen atau organisasi kemasyarakatan dalam membedah seluruh persoalan kebangsaan kekinian dan bisa menjadi problem solver bagi masalah yang mengemuka," ungkap Yayan Koordinator Alumni SMA surabaya Bersatu (ASSB) yang juga salah satu inisiator Ngopi.

Edward Dewaruci, Ketua Panitia Adhoc ngopi menambahkan,  berbagai format pertemuan akan diujicobakan oleh panitia adhoc Ngopi kedepan. Menurutnya, agenda rutin Ngopi secara bulanan bisa berdampak positif untuk meminimalisir segala perbedaan yang mengemuka antar elemen masyarakat.

"Ngobrol Pintar ini juga terinspirasi dari ide ide Bung Karno yakni Musyawarah dalam menghadapi segala persoalan, ini intisari dari webinar Bulan Bung Karno ini, " papar mantan anggota KPUD Kota Surabaya ini.

Aven Januar selaku Host kegiatan menambahkan, rekaman webinar ini akan diupload ke Youtube dengan channel Forum Jokowi TV.

"Bagi elemen masyarakat yang belum terlibat dalam webinar ini masih bisa mengikuti jalannya kegiatan melalui youtube, " imbuh Koordinator Forum Jokowi Jatim ini. (*)

Sumber Berita :

https://jatim.tribunnews.com/amp/2020/06/22/ngobrol-pintar-peringati-bulan-bung-karno-ganjar-pandemi-covid-19-sadarkan-elemen-bangsa-indonesia 


Jumat, 19 Juni 2020

Ganjar Pranowo dan Prof Muradi hadiri Webinar Ngobrol Pintar Juni untuk Peringati Bulan Bung Karno


Senin,  15 Juni 2020

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah agenda rutin "NGOBROL PINTAR" terhenti cukup lama karena kondisi pandemi Covid-19 atau virus Corona, dalam rangka Peringatan Bulan Bung Karno Juni 2020, Panitia Adhoc NGOPI akan menggelar Webinar melalui Zoom Cloud Meetings, Minggu (21/6/2020) mulai pukul 18.00 - 21.00 WIB.

Gelaran Ngopi Juni ini mengusung tema, "Soekarno Sang Ideolog Bangsa : Ideologi Pancasila Menatap Masa Depan Indonesia" dan menghadirkan keynote speaker, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pembahas Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung, Prof Dr Muradi. Kedua Pembicara tersebut didampingi Host Aven Januar .

"Melalui Webinar Ngopi Juni ini diharapkan banyak generasi millenial, yang memahami akar sejarah ideologi bangsa Indonesia, yakni Pancasila yang digali oleh Soekarno, Salah satu founding fathers kita," ujar Ketua Panitia Ngopi Juni, Edward Dewaruci, Senin (15/6/2020) dalam siaran tertulis ke TribunJatim.com.

Menurut Edward, Ganjar Pranowo dihadirkan, karena dia dikenal  sebagai sosok yang memahami ideologi bangsa, Pancasila. Sehingga Ganjar diharapkan akan secara detail menjelaskan tentang kemampuan Pancasila menghadapi tantangan masa depan bangsa.

"Ganjar Pranowo juga mampu membangun ketertarikan bagi kaum millenial untuk terlibat dan berperan serta aktif dalam webinar ini," jelas Edward, yang juga mantan Anggota KPUD Kota Surabaya ini.

Koordinator ASSB, Yayan menambahkan, sementara kehadiran pembahas Prof Muradi merupakan keberuntungan bagi kaum milenial. Bahwa melalui webinar ini akan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang Pancasila dan ide ide besar Soekarno terhadap Bangsa Indonesia.

"Muradi yang dikenal juga sebagai Staff Ahli Bidang Keamanan dan Politik Kapolri, akan mengulas Pancasila dan tantangan Pancasila sebagai benteng melawan ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme di masa depan Indonesia," bebernya.


Pada kesempatan yang sama, salah satu inisiator Ngopi, Aven Januar, mengatakan, kegiatan Ngopi Juni melibatkan beberapa elemen pemuda, pelajar dan ormas lainnya.

Diantaranya, Forum Jokowi Jatim, Jaringan Arek Ksatria Airlangga (Jaka), Alumni SMA Surabaya BerSatu, Aliansi Pelajar Surabaya, Gusdurians Surabaya, Rumah Bhinneka, Relawan Jokowi (Rejo),  Kapt Jatim dan juga Alumni WM for Jokowi.

"Jika ada yang berminat ikut serta dalam webinar ini bisa ketik nama dan dari elemen/organ/universitas/media mana, kirim ke nomer WhatsApp 083854331887," imbuh pr Aven Januar yang juga koordinator Forum Jokowi Jatim ini. (*)

Sumber Berita :

https://jatim.tribunnews.com/amp/2020/06/15/ganjar-pranowo-dan-prof-muradi-hadiri-webinar-ngobrol-pintar-juni-untuk-peringati-bulan-bung-karno 


Keterangan Webinar Zoom :

Minggu, 21 Juni 2020 

Pukul 17.30 - 21.00 WIB

Join Zoom Meeting :

https://bit.ly/ForumJokowi 

Meeting Id : 833 6880 9794

Password : bungkarno 


Host Aven Januar - Forum Jokowi Jatim


Inisiator NGOPI - Edward Dewaruci - Ksatria Airlangga

Inisiator NGOPI - yayan - Alumni SMA surabaya BERSATU (ASSB) 

Sabtu, 07 Maret 2020

Gelaran "Ngopi Maret" disambut Antusias

Gelaran "Ngopi Maret" disambut Antusias


LAGI, Panitia Ngobrol Pintar menggelar Diskusi Publik "Ngopi Maret" dengan Tema "Kepemimpinan Pemuda di Masa Depan Indobesia", di Food Court AJBS Jl Ratna no 14 Surabaya, Jumat (06/03/2020).


Kegiatan Ngopi kali ini diikuti 12 elemen, yakni Forum Jokowi Jatim, Ksatria Airlangga, Alumni SMA Surabaya Bersatu (ASSB), Relawan Jokowi Bersatu, Aliansi Pelajar Surabaya, Gusdurians, KAPT, Liga Mahasiswa Nasdem, Liga Pelajar Nasdem, Pospera Jatim, Relawan Jokowi(Rejo) dan Komunitas Palu Gede.


Sedang yang jadi pembicara adalah Henky Kurniadi-DPR RI 2014-2019 Fraksi PDI Perjuangan, Prof DR Muradi - Guru Besar Ilmu Politik Unpad Bandung, Willy Aditya - DPR RI 2019-2024 Dari Fraksi Partai Nasdem. Dengan Moderator Bung Aven.


"Ngobrol Pintar-Ngopi ini adalah Forum Diskusi Publik bulanan, yang membahas Tema kekinian dengan tujuan dialog antar elemen di surabaya tercapai," kata Aven Januar Koordinator Forum Jokowi Jatim sekaligus Inisator Ngopi.

Tema Kepemimpinan Pemuda, lanjut Aven, diambil dalam kerangka membangun road map-rute jalan yang jelas untuk pemuda Indonesia memimpin gerbong perubahan di Indonesia.

"Pemuda, sebagai Salah satu elemen rakyat Indonesia yang diberi kesempatan lebih untuk mengembangkan dirinya sehingga memiliki SDM yang berkualitas dan lebih Dari elemen masyarakat lainnya," jelas Henky Kurniadi dalam Paparan singkatnya.

Menurut Henky, Pemuda Indonesia juga harus memiliki kemampuan untuk membaca situasi nasional dan situasi internasional. Perubahan sosial di Indonesia, beriringan selalu dengan proses yang terjadi di luar negeri.

"Kemampuan menganalisa dan memetakan situasi nasional dan internasional itu harus dimulai dengan Banyak membaca Dan berilmu pengetahuan, tanpa itu sulit," papar Henky yang juga dikenal sebagai Budayawan.

Pada kesempatan yang sama, Muradi mengatakan bahwa Pemuda Indonesia saatnya meningkatkan daya kreatifitas dan daya inovatifnya.

"Melalui kreatifitas dan inovasi, pemuda bisa membangun road map nya sendiri untuk terlibat dan berperan serta aktif dalam setiap fase Perubahan sosial itu terjadi," jelas Salah satu Guru Besar Termuda di Indonesia ini.

Sedangkan Willy Aditya Banyak memaparkan tentang proses pembangunan demokrasi di Indonesia saat ini belum berjalan di road map seharusnya.

Willy mengatakan bahwa Proses demokrasi di Indonesia Belum menyentuh substansi demokrasi itu sendiri, bagaimana rakyat seharusnya diajak oleh para elemen demokrasi seperti Partai Politik Dan Penyelenggara Pemilu untuk berpendidikan politik.

"Dinamika pemilihan umum di Indonesia masih pada kulit luar demokrasi yakni popularitas, elektabilitas Dan yang terakhir adalah Politik Uang, Catatan bahwa pada Pileg 2019 lalu 76% proses Pemilu Masih dipengaruhi Politik Uang," jelas Willy Aditya yang juga Ketua DPP Partai Nasdem ini.

Pada kesempatan yang sama, Katno Wijaksono yang juga Ketua DPD Pospera Jatim, berkeinginan agar kegiatan Ngopi ini akan menjadi Salah satu agenda penguatan SDM kepemudaan di Surabaya khususnya Dan di Jawa Timur pada umumnya.

Terakhir, Edward Dewaruci sebagai salah satu Inisator kegiatan Ngopi, berharap bahwa seluruh elemen ataupun organ perubahan sosial di Surabaya dapatnya berperan lebih aktif dalam kegiatan Ngopi ini kedepan.

"Kegiatan Ngopi ini Secara kelembagaan hanya Bersifat panitia ad-hoc, yang senantiasa merangkul seluruh elemen untuk terlibat dalam proses diskusi publik Dan pembelajaran demokrasi di Kota Surabaya," pungkas Edward Dewaruci. (*)





Selasa, 11 Februari 2020

Relawan Jokowi Gelar "Ngopi" Ngobrol Pintar.





Relawan Jokowi Gelar "Ngopi" Ngobrol Pintar.

Pasca seratus hari kinerja Presiden Jokowi periode kedua,  beberapa relawan Jokowi Gelar diskusi publik dengan tema "Overview Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin", Selasa (11/02/2020) di resto bank one, Jl Siwalankerto Timur no 155 Surabaya.

"Ngopi, adalah kegiatan rutin Bulanan yang bertujuan untuk memberikan masukan-masukan penting pada Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin," kata Ketua Panitia, Aven Januar pada Media.

Kegiatan Ngopi ini dihadiri 6 Organ Relawan Jokowi yakni Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman), Forum Jokowi Jatim, Ksatria Airlangga, Alumni SMA Surabaya Bersatu (ASSB), Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Jatim dan Relawan Jokowi Bersatu (RJB).

"Pembicara Ngopi kali ini adalah A. Iwan Dwi Laksono- Ketua Umum DPP Jaman, Edward Dewaruci - Ksatria Airlangga Dan saya, aven januar dari Forum Jokowi Jatim," kata Mantan Aktifis Reformasi 1998 ini.

Pada kesempatan yang sama, Iwan Dwi Laksono menjelaskan bahwa Periode kedua Jokowi yang mengusung agenda pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, masih meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak sedikit pasca berjalannya 100 hari kepemerintahan.

"Masih banyaknya kementrian yang belum menerjemahkan visi Jokowi tadi dalam rencana Kerja taktis-strategis sehingga seakan-akan 100 Hari Jokowi-Maruf Amin tidak sesukses 100 hari Jokowi-Jk periode lalu," tandas Iwan.

Menurutnya, Jokowi harus segera melakukan evaluasi atas kinerja kementrian yang justru menghambat tercapainya targetan jangka pendek.

"Seharusnya kementrian bisa melaksanakan konsolidasi ekonomi nasional, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa segera naik Dan harga kebutuhan pokok ditingkat masyarakat bisa segera turun," jelas Iwan.

Sedangkan Edward Dewaruci - sekjen Ksatria Airlangga juga menjelaskan bahwa ketidakpastian hukum dikarenakan perangkat hukum kenegaraan masih gamang atas masih bertumpuk-tumpuknya regulasi hukum nasional.

"Ide dasar omnibus law yang saat ini sedang dirumuskan adalah bagian dari strategi Jokowi-Maruf Amin untuk mengatasi ketidakpastian regulasi hukum tersebut," jelas Edward Dewaruci yang berprofesi sebagai Pengacara ini.

Terakhir, Iwan yang juga rutin memberikan masukan-masukan Kepada Jokowi melalui Forum Reboan Istana Negara, mengatakan bahwa kegiatan Ngopi -Ngobrol Pintar ini kedepan akan menjadi forum rutin yang akan Terus melakukan pengawalan terhadap segala kebijakan Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

"Selanjutnya panitia pelaksana Ngopi-harus lebih luas lagi mengundang elemen relawan Jokowi lainnya di Surabaya maupun jatim agar forum ini menjadi bagian dari proses pendidikan demokrasi rakyat," pungkas Iwan. (*)